LED Display

Posted: Mei 16, 2011 in Info, Uncategorized

Saat ini kita lebih mengenal LCD (Liquid Crystal Display),monitor tipis yang lebih efisien dari CRT (Cathode-Ray Tube),baik dilihat dari segi bentuknya,juga dilihat dari daya tahan dan konsumsi listriknya.Namun Monitor LCD dan CRT ini sudah di gantikan oleh teknologi LED (Light Emitting Diode),yang di sinyalir memiliki banyak keunggulan daripada teknologi para pendahulunya,dan pastinya lebih ramah lingkungan.

Tahukah anda bahwa monitor liquid crystal display (LCD) sebenarnya tidak ramah lingkungan? Sebab, ketika layarnya dinyalakan dengan menggunakan tabung-tabung fluorescent (biasanya ada empat), terbentuklah uap merkuri (air raksa) bertekanan rendah
. Nah, merkuri (Hg) ini adalah produk yang berbahaya, yang jika dibuang begitu saja akan mencemari lingkungan. O ya, tabung-tabung fluorescent/neon itu namanya Cold Cathode Fluorescent Lamp (CCFL).

Kunggulan-keunggulan LED Monitor
Kemampuan menghasilkan detail gambar yang lebih halus dan lebih sempurna dibandingkan dengan LCD monitor. Selama ini LCD monitor banyak dikeluhkan oleh pengguna komputer yang bekerja sebagai desainer grafis, yaitu kemampuan gambar yang dihasilkan oleh LCD tidak sehalus gambar yang dihasilkan oleh CRT monitor. Karena menggunakan LED, dipastikan tidak menghasilkan flicker (kedip) lebih sering (diistilahkan sebagai “flicker free”).Pencahayaan yang dihasilkan oleh LED lebih stabil dibandingan dengan LCD, sehingga kestabilan cahaya dan warna, serta ketajamannya bisa terjaga selama monitor digunakan.Konsumsi energi yang digunakan lebih sedikit (40 % lebih hemat) dibandingkan dengan LCD monitor yang masih menggunakan lampu fluorescent sebagai pemancar cahaya.

Nah hal inilah yang diperbaiki oleh LED monitor, sehingga nantinya seorang desainer grafis bisa memilih LED monitor sebagai media kerjanya.Umur lampu LED lebih lama atau mempunyai masa pakai yang lebih lama dibandingkan LCD monitor.LED monitor dibandingkan dengan LCD monitor akan mempunyai berat yang lebih ringan, disamping itu ketebalannya akan lebih tipis juga.Kedalaman warna yang lebih tinggi dibandingkan LCD monitor sampai hampir mendekati warna aslinya.Kontras Rasio yang cukup tinggi perbandingannya dibandingkan dengan LCD monitor, misalnya sampai dengan 1.000.000 : 1.Tidak menggunakan bahan–bahan yang berbahaya bagi lingkungan, salah satunya tidak lagi menggunakan bahan elektronik yang mengandung mercury.

Kualitas Gambar yang Mengagumkan
Dengan tampilan beresolusi FullHD 1920×1080, LED Monitor mempunyai banyak manfaat yang bisa dirasakan, selain dapat membantu dalam bekerja berkat layarnya yang luas, lebar, dan lega, juga dapat meningkatkan kenikmatan saat bermain game. Dengan tampilan resolusi tinggi tersebut, akan memberikan jaminan kepada siapapun yang menggunakannya akan terpukau dengan indahnya tampilan grafis game yang tersaji di layar monitor.

Mega contrast ratio yang mencapai 5.000.000:1, serta respond time 5 ms menawarkan kualitas gambar yang sempurna, yang hanya dapat diwujudkan dengan dukungan teknologi LED Monitor. Dengan menampilkan ketajaman contrast yang mempesona, dapat menampilkan hasil gambar yang nyata, bahkan perbedaan warna yang paling halus pun dapat disajikan dengan jelas. Warna gelap yang dianggap sebagai bayangan pun dapat ditampilkan pada monitor backlight LED ini, padahal sering dijumpai pada monitor konvensional, pembedaan antara warna hitam dan bayangan sulit untuk ditampilkan.

Desain yang Ramping dan Fitur yang Canggih
Selama ini LCD Monitor banyak dikeluhkan oleh pengguna komputer yang bekerja sebagai desainer grafis, yaitu kemampuan gambar yang dihasilkan oleh LCD tidak sehalus gambar yang dihasilkan oleh CRT monitor. Hal inilah yang diperbaiki oleh LED monitor.

Selain didukung oleh fitur utama yaitu menggunakan sumber pencahayaan berteknologi LED juga didukung oleh berbagai fitur yang tidak kalah pentingnya, salah satunya adalah Auto Bright, fitur yang secara otomatis diaktifkan dengan sensor, akan mendeteksi keadaan cahaya disekitar ruangan, lalu menyesuaikan tingkat keterangan cahaya pada monitor, sehingga dapat mempergunakan monitor dengan nyaman, tanpa harus takut akan menggangu kesehatan mata.

Dengan ketebalan 17.5 mm, penampilan fisiknya jauh lebih ramping dan lebih ringan dibandingkan dengan monitor lainnya, hal ini membuatnya mudah untuk dipergunakan.

Selain dilengkapi dengan berbagai fitur teknologi yang canggih, ada juga yang dilengkapi dengan tombol sentuh unik “Touch Menu” yang terintegrasi dengan tombol LED “On Screen Display” (OSD) ke dalam bezel dapat menciptakan untuk penampilan yang semakin halus. Dan untuk kelengkapan konektivitas, monitor dibekali dengan standart koneksi D-Sub, DVI, HDMI & Headphone out.z

Green: Eco Friendly
Dengan menggunakan lampu latar LED yang merupakan teknologi ramah lingkungan, dengan cara mengurangi konsumsi energi dan panas yang dihasilkan.

LED Monitor tidak lagi menggunakan bahan–bahan yang berbahaya bagi lingkungan, salah satunya tidak menggunakan bahan elektronik yang mengandung mercury. Selain LCD Monitor mengandung air raksa yang tidak ramah lingkungan. dynamic contrast ratio LED jauh lebih besar dibandingkan LCD sehingga gambar lebih tajam. Sebab, ketika layarnya dinyalakan dengan menggunakan tabung-tabung fluorescent (biasanya ada empat), terbentuklah uap merkuri (air raksa) bertekanan rendah. Nah, merkuri (Hg) ini adalah produk yang berbahaya, yang jika dibuang begitu saja akan mencemari lingkungan. Tabung-tabung fluorescent/neon itu disebut Cold Cathode Fluorescent Lamp (CCFL).

Dengan menggunakan LED, dipastikan tidak menghasilkan flicker (kedip) lebih sering (diistilahkan sebagai “flicker free”). Pencahayaan yang dihasilkan oleh LED lebih stabil dibandingan dengan LCD, sehingga kestabilan cahaya dan warna, serta ketajamannya bisa terjaga selama monitor digunakan.

Konsumsi energi yang digunakan lebih sedikit (hingga mencapai 50 % lebih hemat) dibandingkan dengan LCD monitor yang masih menggunakan lampu fluorescent sebagai pemancar cahaya. Konsumsi listrik yang digunakan LED Monitor hanya sekitar 23 watts. Selain itu usia ketahanan LED bisa mencapai hingga 100 ribu jam jika dibandingkan dengan LCD Monitor hanya bertahan sekitar usia 40 ribu jam. Karena umur lampu LED lebih lama maka LD Monitor mempunyai masa pakai yang lebih lama dibandingkan LCD monitor.

Beberapa produsen perangkat komputer yang sudah menggunakan teknologi ini diantaranya adalah Philips, Samsung, LG, dan BenQ. Tentunya seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, produsen-produsen perangkat komputer merek lainnya khususnya monitor akan segera menyusul pula. Untuk pasar Indonesia, BenQ merupakan salah satu produk yang memperkenalkan penggunaan LED monitor pertama kali. Dan kini bukan hanya dalam bentuk monitor komputer tapi juga sudah dihadirkan dalam bentuk LED TV

Grafik Visual dalam Monitor LED
Grafik komputer (Inggris: Computer graphics) adalah bagian dari ilmu komputer yang berkaitan dengan pembuatan dan manipulasi gambar (visual) secara digital. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition). Grafika komputer sering dikenal juga dengan istilah visualisasi data.

Bagian dari grafika komputer meliputi:

  • Geometri: mempelajari cara menggambarkan permukaan bidang
  • Animasi: mempelajari cara menggambarkan dan memanipulasi gerakan
  • Rendering: mempelajari algoritma untuk menampilkan efek cahaya
  • Citra (Imaging): mempelajari cara pengambilan dan penyuntingan gambar

Pada bahasan selanjutnya, saya akan membahas mengenai Grafik viSual dalam monitor LED.

Dioda cahaya atau lebih dikenal dengan sebutan LED (light-emitting diode) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju.

Gejala ini termasuk bentuk elektroluminesensi. Warna yang dihasilkan bergantung pada bahan semikonduktor yang dipakai, dan bisa juga ultraviolet dekat atau inframerah dekat.

Fungsi fisikal
Sebuah LED adalah sejenis dioda semikonduktor istimewa. Seperti sebuah dioda normal, LED terdiri dari sebuah chip bahan semikonduktor yang diisi penuh, atau di-dop, dengan ketidakmurnian untuk menciptakan sebuah struktur yang disebut p-n junction. Pembawa-muatan – elektron dan lubang mengalir ke junction dari elektroda dengan voltase berbeda. Ketika elektron bertemu dengan lubang, dia jatuh ke tingkat energi yang lebih rendah, dan melepas energi dalam bentuk photon.

Emisi cahaya
Panjang gelombang dari cahaya yang dipancarkan, dan oleh karena itu warnanya, tergantung dari selisih pita energi dari bahan yang membentuk p-n junction. Sebuah dioda normal, biasanya terbuat dari silikon atau germanium, memancarkan cahaya tampak inframerah dekat, tetapi bahan yang digunakan untuk sebuah LED memiliki selisih pita energi antara cahaya inframerah dekat, tampak, dan ultraungu dekat.

Polarisasi
Tak seperti lampu pijar dan neon, LED mempunyai kecenderungan polarisasi. Chip LED mempunyai kutub positif dan negatif (p-n) dan hanya akan menyala bila diberikan arus maju. Ini dikarenakan LED terbuat dari bahan semikonduktor yang hanya akan mengizinkan arus listrik mengalir ke satu arah dan tidak ke arah sebaliknya. Bila LED diberikan arus terbalik, hanya akan ada sedikit arus yang melewati chip LED. Ini menyebabkan chip LED tidak akan mengeluarkan emisi cahaya.

Chip LED pada umumnya mempunyai tegangan rusak yang relatif rendah. Bila diberikan tegangan beberapa volt ke arah terbalik, biasanya sifat isolator searah LED akan jebol menyebabkan arus dapat mengalir ke arah sebaliknya.

Tegangan maju
Karakteristik chip LED pada umumnya adalah sama dengan karakteristik dioda yang hanya memerlukan tegangan tertentu untuk dapat beroperasi. Namun bila diberikan tegangan yang terlalu besar, LED akan rusak walaupun tegangan yang diberikan adalah tegangan maju.

Tegangan yang diperlukan sebuah dioda untuk dapat beroperasi adalah tegangan maju (Vf).

Sirkuit LED
Sirkuit LED dapat didesain dengan cara menyusun LED dalam posisi seri maupun paralel. Bila disusun secara seri, maka yang perlu diperhatikan adalah jumlah tegangan yang diperlukan seluruh LED dalam rangkaian tadi. Namun bila LED diletakkan dalam keadaan paralel, maka yang perlu diperhatikan menjadi jumlah arus yang diperlukan seluruh LED dalam rangkaian ini.

Menyusun LED dalam rangkaian seri akan lebih sulit karena tiap LED mempunyai tegangan maju (Vf) yang berbeda. Perbedaan ini akan menyebabkan bila jumlah tegangan yang diberikan oleh sumber daya listrik tidak cukup untuk membangkitkan chip LED, maka beberapa LED akan tidak menyala. Sebaliknya, bila tegangan yang diberikan terlalu besar akan berakibat kerusakan pada LED yang mempunyai tegangan maju relatif rendah.

Pada umumnya, LED yang ingin disusun secara seri harus mempunyai tegangan maju yang sama atau paling tidak tak berbeda jauh supaya rangkaian LED ini dapat bekerja secara baik.

Substrat LED
Pengembangan LED dimulai dengan alat inframerah dan merah dibuat dengan gallium arsenide. Perkembagan dalam ilmu material telah memungkinkan produksi alat dengan panjang gelombang yang lebih pendek, menghasilkan cahaya dengan warna bervariasi.

LED konvensional terbuat dari mineral inorganik yang bervariasi, menghasilkan warna sebagai berikut:

  • aluminium gallium arsenide (AlGaAs) – merah dan inframerah
  • gallium aluminium phosphide – hijau
  • gallium arsenide/phosphide (GaAsP) – merah, oranye-merah, oranye, dan kuning
  • gallium nitride (GaN) – hijau, hijau murni (atau hijau emerald), dan biru
  • gallium phosphide (GaP) – merah, kuning, dan hijau
  • zinc selenide (ZnSe) – biru
  • indium gallium nitride (InGaN) – hijau kebiruan dan biru
  • indium gallium aluminium phosphide – oranye-merah, oranye, kuning, dan hijau
  • silicon carbide (SiC) – biru
  • diamond (C) – ultraviolet
  • silicon (Si) – biru (dalam pengembangan)
  • sapphire (Al2O3) – biru

Jenis lampu latar LED
Pertama atas adalah tepi-menyalakan lampu latar dengan menggunakan LED putih (WLED) atau EL-WLED. Ini adalah jenis LED backlight paling umum digunakan di monitor hari ini. Hal ini menuntut LED putih selaras sepanjang tepi (s) dari monitor matriks, tepat di belakang susunan kristal cair.
Dengan menggunakan diffuser khusus, cahaya menyebar untuk menutupi seluruh layar. Monitor vendor teknologi baru-baru ini disempurnakan sehingga hanya satu sisi (bukan empat) perlu dilengkapi dengan lampu LED.
Solusi EL-WLED adalah yang terkecil termurah dan dari tiga teknologi, yang mengapa itu yang paling banyak digunakan. Keuntungan dari desain yang kecil dapat dilihat dalam display seperti e2243Fw superthin AOC dan Samsung PX2370. Anda juga akan melihat ini banyak digunakan di notebook dan layar Netbook, dan baru-baru HDTV telah mulai mengadopsi teknologi juga.

Sebuah contoh bagaimana menyalakan tepi-karya backlighting LED putih.

(Kredit: Sharp)

teknologi berikutnya kami adalah RGB LED. Alih-alih menggunakan LED putih di salah satu ujung layar seperti teknologi sebelumnya, RGB LED selaras seluruh panel matriks.
Setiap individu adalah cahaya mampu menghasilkan merah, hijau, atau cahaya berwarna biru. Hal ini memberikan akses layar ke gamut warna yang tinggi dengan warna yang lebih akurat daripada apa yang mampu di EL-WLEDs.
Sayangnya, Anda tidak akan melihat teknologi ini digunakan di mana-mana, karena sangat mahal dan tidak memungkinkan untuk desain tipis. HP 3500 $ DreamColor LP2490zx menggunakan lampu latar LED RGB, dan panel ukuran sekitar 2,25 inci, dibandingkan dengan kedalaman panel 0.6-inch Samsung $ 300 PX2370’s.
Jenis terakhir adalah WLED pada array datar, yang meliputi seluruh layar. Anggap saja seperti RGB LED hanya menggunakan LED putih bukan yang tri-warna. Saat ini, hanya digunakan di HDTV LED-backlit dan dibicarakan secara mendalam oleh CNET sendiri David Katzmaier.
Hal ini membawa kita pada pertanyaan yang sebenarnya Anda harus bertanya: apa keuntungan lakukan LED lampu latar menyediakan lebih dari solusi backlight CCFL? Yah jelas hal ini tergantung pada jenis LED backlight; untuk tujuan kita, kita akan membahas dua yang digunakan dalam monitor komputer modern berbasis LED, EL-WLEDs dan RGB LED.

Kekurangan Monitor LED

1. Response time lama
sehingga dapat terjadi delay pada saat digunakan

2. Perawatan sulit
Perawatan monitor LED harus ekstra hati-hati rusak jika terbentur atau tersentuh jari tangan pada displaynya .

3. dead pixel, ghosting, dan viewing angle
Monitor LED terdiri dari pixel-pixel seperti LCD, sehingga akan mengalami dead pixel. Monitor LED bergantung pada spesifikasi viewing angle. Monitor LED mengenal response time, sehingga dapat memperlambat respon terhadap gambar yang akan ditampilkan.

4. Harga lebih mahal
dari segi harga inilah yang membuat monitor LCD masih populer.

Kelebihan Monitor LED

1. Konsumsi listrik
Monitor LED hemat listrik.

2. Resolusi monitor fleksibel
Monitor LED dapat menggunakan berbagai variasi resolusi tanpa mengalami penurunan kualitas gambar.

3. Radiasi lebih kecil
sehingga waktu berhadapan dengan layar LED dapat lebih lama karena tidak ada efek pusing/lelah yang ditimbulkan oleh radiasi..

4. Warna lebih akurat dan tajam
Monitor LED memiliki warna yang akurat atau hampir sama dengan aslinya. Karna alasan ini lah para desainer dan editor foto lebih suka menggunakan LED dibanding LCD.

5. Dimensi Fleksibel dan ringan
Monitor LED memiliki ukuran yang fleksibel dan ringan , sehingga cocok untuk ruangan sempit.

sumber http://www.zona-komputer.co.cc/2011/01/semua-tentang-monitor-led.html

Komentar
  1. […] office & browsing, dan dijamin ngga bikin tagihan listrik membengkak karena monitornya sudah teknologi LED irit listrik dan nyaman di mata. Tinggal tambah VGA untuk […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s